Kartu Pos & Keroncong

kartupos
Dengan Hormat

Saya selalu mendengarkan acara lagu2 keroncong di radio Lita,

mohon diputarkan lagu lagu berjudul : (1) Pulau Bali (2) Pasir Putih (3) Bubuy Bulan - (Dari penyanyi wanita yang asli)

Tidak usah sekaligus, kalau sekaligus lebih baik, seratus (110) untuk tuan parto j ! Oh lupa, mohon juga lagu jauh sudah dari penyanyi wanita saja. Thank you so much for your effort !!!

Wass
Oki (Tetangga Lita FM @Cimindi)
31 Okt 2011

Kartu Pos berperangko 1500 rupiah ini, minta untuk di baca dalam acara Kharisma Keroncong, Jumat 04 November 2011 lalu.

Sejak saya mengawali siaran pada awal tahun 90an, peristiwa ini adalah salah satu hal yang menurut saya sangat sangat luar biasa. Bila terjadi sebuah acara radio menerima kiriman kartu pos atau surat dari pendengarnya dan atau penggemarnya pada tahun 60,70,80,90an adalah hal yang lumrah. Ketika belum ada SMS, belum memasyarakatnya HaPe atau telephone. Bahkan belum jamannya internet. Tapi ini sebuah kejadian nyata pada saat ini, ketika semua sarana telekomunikasi dan komunikasi makin tak mengenal batas.

Tak ada yang salah. Tak pula bisa disebut ndeso bila jaman canggih ini masih ada yang menggunakan kartu pos dan berela rela ke kantor pos untuk mengirimkannya ke radio siaran yang didengarkannya. Menurut sang pengirim dengan menggunakan kartupos, harapannya akan mendapat perhatian khusus dari sang penyiarnya. Lebih luar biasanya lagi, si pengirim kartu pos beralamat tak jauh dari lita fm. Hahaha..

Ukuran keberhasilan sebuah program siaran/ mata acara memang tidak sepenuhnya ditentukan oleh banyak tidaknya pengirim sms atau seberapa banyak penelephone yang berinteraksi saat acara berlangsung. Tapi setidaknya, dari komunikasi dengan pendengar ini, dapat dijadikan ukuran bahwa siaran kita didengar, oleh pendengar aktif selain yang pasif.

Saya jadi teringat tahun 94-95, ketika di Tegal Jawa Tengah dulu. Hampir tiap hari, radio tempat saya bekerja itu, menerima setumpuk surat dan kartu pos. termasuk diantaranya untuk acara pagi yang saya bawakan Star Musik Pagi – Star Musik Asyik (SMP – SMA). Acara yang memang ditujukan untuk para pelajar SMP dan SMA dengan menyiarkan lagu lagu pop Indonesia terbaru setiap jam 05.00 – 08.00 WIB itu, dibanjiri lebih dari 20 surat dan kartu pos. belum lagi telephone yang terus terusan berdering dari para sang pe-rikues.

Ya, meski kini saya sudah tidak siaran acara untuk anak muda dan tidak dibanjiri lagi oleh kartu pos dan surat dari pendnegar, setidaknya dengan kartu pos semata wayang ini, saya menjadi yakin bahwa radio siaran tanpa pendengar, layaknya hidangan makanan tanpa ada yang mau memakan dan menikmatinya.

Bila kini penelephone dan pengirim SMS tetap ada setiap siaran, maka jangan abaikan pula pendengar pasif yang memang hanya mau mendengar saja, tanpa harus beratensi dengan mengirimkan SMS atau menyempatkan telephone onair, apalagi mengirimkan kartu pos.

Terimakasih pendengar-ku, karena tanpamu, saya tidak akan disebut “PENYIAR”.

Kartu Pos & Keroncong