Video (not) Kill the Radio Star
Pendengar Setia Radio Masih (banyak) Ada
Kita ketahui bahwa banyak media yang muncul di masyarakat, dengan begitu berarti persaingan semakin ketat. Dunia hiburan Radio memang sempat menjadi trend di era 70-80 an, seiring berjalannya waktu saat ini masayarakat pun banyak yang beralih ke Media Audio-Visual yang lebih nyata. Sekelumit cerita ini saya harap bisa membuat teman-teman berpikir ulang bahwa dunia Radio tidak akan pernah mati sampai kapanpun.
Setelah melakukan reportase di daerah Pasar Antri Cimahi, tiba-tiba rekan saya mendadak mengajak kea rah stasiun kota Cimahi, saya pikir akan ada reportase lagi di depan Stasiun namun ternyata teman saya (red. Mas Parto) mengadakan kuis dadakan yang diperuntukkan kepada pendengar radio LITA FM di daerah sekitar Stasiun untuk cepet-cepetan menemukan OB-van (mobil Outside Broadcast) dan langsung mengambil 2 hadiah CD keroncong milik Seniman Keroncong Koko Thole.
Ketika itu bermula dengan reportase atau himbauan langsung via telfon dari Mas Partho kepada penyiar yang sedang bersiaran agar pendengar yang tinggal disekitar Stasiun Kota Cimahi bisa menemui tim OB-van dan langsung mengambil hadiah yang telah kami sediakan. Tim memberikan waktu 15 menit bagi pendengar yang ingin mengambil dan bertemu dgb tim kita, kalau 15 menit tidak ada berarti hadiah akan melayang seketika. 8 menit berlangsung tiba-tiba seorang ibu dengan motor bebeknya datang mendekati mobil Lita Fm dan BETUL! Ibu ini adalah salah satu pendengar setia lita FM yang rela meninggalkan pekerjaannya sejenak demi bisa bersilaturahmi dengan tim beserta CREW yang ada di “TKP”
Ibu ini bernama ibu susilawati asal Pasir Kumeli Kota Cimahi yang ketika itu katanya sedang menyetrika baju kemudian ia mendengar di radio bahwa di Depan stasiun ada tim dari Lita FM. Tanpa piker panjang ibu sus langsung memanaskan motor dan meninggalkan aktifitas di rumahnya sejenak.
Kalau ibarat main sepak bola, waktu sudah memasuki injury-time. Saya beserta tim akan kembali ke Studio namun, menjelang kepulangan kami ternyata ada seorang ibu dengan terengah-engah mendekati Mobil Oranye Lita. Ia langsung menanyakan kepada kami untuk meyakinkan bahwa yang ia temui adalah Crew Radio Lita. Dengan segera mas Parto langsung menghadiahi ibu tersebut dengan CD yang telah dijanjikan bakal di bagikan.
Ibu Tia, warga Cigugur ini sempat mengeluhkan lamanya kereta api yang sedang lewat karena mau tidak mau akan mengurangi waktu tempuh untuk sampai ke Lokasi. Beruntung ibu tia masih bisa bertemu dengan Tim, dan terntaya Ibu Tia adalah salah seorang pendengar setia program Keroncong di Radio kesayangannya Lita Fm, ia juga kaget ketika saya bilang bahwa “itu” (mas Partho) adalah penyiar keroncong.





