Bincang Malam bersama Ayi Vivananda : Banjir Cileuncang, Kali Cikapundung Bersih & Mari Berkebun

ayivivananda_onairAyi Vivananda (AV) Wakil WaliKota Bandung mengatakan, bicara soal kebersihan keindahan dan kenyamanan menghuni suatu kota, adalah bicara mengenai kesadaran masyarakatnya dan kebutuhan. Artinya bila selama ini ada anggapan bahwa, warga Kota Bandung ‘sakolah tapi teu nyakolah’, itu ada benarnya. Tapi tentu, tidak semuanya demikian. Tidak semua yang berpindidikan (apalagi tinggi), mencitrakan dirinya sebagai orang yang berpindidikan. Contohnya, sudah dimengerti membuang sampah sembarangan di jalan raya, sungai adalah perbuatan yang tidak pada tempatnya, namun tetap dilakukan. Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, menggampangkan. Ini lebih dari sekadar ‘tidak disengaja’, tepatnya malah cuek melakukannya. Kesadaran ternyata memang mahal harganya.

Dalam siaran rangkaian mata acara Indo Progresif di studio 90.9 LITA FM Bandung pada Rabu 07/12/11 segmen “Bincang Malam”, mengalir cair penjelasan Ayi Vivananda mengenai hal hal terkait kebersihan kota Bandung khususnya tentang Program Kali Cikapundung Bersih (PKCB). Awalnya, PKCB adalah salah satu program yang diluncurkan Pemerintah Kota Bandung sejak puluhan tahun lalu. Namun, seperti kebanyakan program pembangunan lainnya yang bersifat Top Down, bukan Buttom Up, selalu saja kurang direspons oleh warga masyarakat. Bahkan tak jarang malah berujung head to head, antara pemerintah dengan warga. Ayi mencontohkan, pemerintah memiliki program sungai bersih dengan melakukan pembersihan dan pengerukan agar tidak terjadi pendangkalan, warga malah membuang sampah rumah tangganya ke sungai.

Contoh lain menurut Ayi adalah, ketika pemkot membenahi saluran air atau drainase di kiri kanan jalan beraspal, warga terkadang malah menutup saluran air pembuangan itu dengan brangkal, atau menimbuninya dengan sampah. Telah dibuatkan ‘tali air’ (saluran kecil di trotoar untuk jalan air), itupun terkadang malah sudah tidak berfungsi karena tertutup oleh beragam sampah, bahkan ada pula yang malah dibeton oleh warga. Bagi Ayi, selain volume air hujan yang ekstrim yang tidak bisa dihindarkan, maka sebab sebab tadi menyumbangkan andil besar dalam mengakibatkan “Banjir Cileuncang”. Solusi yang AV tawarkan adalah melibatkan semua warga untuk menangani hal itu, dan tetap bermanfaat.

Endapan atau sedimen yang ada di selokan, berikut sampah organic yang ada, dikumpulkan dan ditempatkan dalam satu wadah (polybag), dan ditanami missal cabe, seledri dan tanaman lainnya. Walhasil, kini gagasan AV ini mendapat respons tinggi oleh warga kota. Dampaknya, bila program ini berhasil diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan meninggi, pula bisa panen dari berkebun meski hanya menmggunakan media tanam polybag. Itu pula yang menjadikan rumah dinas AV di jalan Nyland Bandung, setiap Sabtu pagi menjadi rame, dipenuhi warga Kota Bandung yang ingin mengikuti pelatihan berkebun menggunakan polybag. Bahkan menurut Ayi, tak segan segan ia sendiri yang turut menjadi instruktur pelatihan itu, saking tingginya melihat antusiasme warga.


Halnya Program Kali Cikapundung Bersih, bagi Ayi adalah sebuah cita cita yang terus harus diwujudkan setiap setiap generasi di Bandung utamanya. Bukan hanya sekadar semangat nostalgia kolektif warga Bandung, untuk kembali melihat Cikapundung bersih layaknya berpuluh puluh tahun lalu, tapi sebuah kebutuhan. Bersih tidaknya sebuah sungai, mencerminkan bagaimana peradaban dan kehidupan warga dan masyarakat yang berada disekelilingnya.

Maka bila Kampanye PKCB ini mendapat respons tinggi dari warga di bantaran sungainya, adalah sebuah keberhasilan bersama bukan hanya cita cita Ayi Vivananda semata. Untuk terus menggelorakan semangat PKCB, telah dilaksanakan dan dirancang terus menerus kegiatan pendukung diantaranya CiFest (Cikapundung Festival). Melalui CiFest, warga Bandung dapat memahami dan selanjutnya aksi langsung dengan program kebersihan di lingkungan masing masing. CiFest, dirancang sebagai sebuah perhelatan dengan setting hiburan rakyat dengan menampilkan beragam atraksi dan kegiatan seni budaya, olah raga tradisional. Disamping menggelorakan semangat Cikapundung bersih, kedepan kegaiatan ini bisa menjadi agenda wisata.

Bincang malam yang digagas Ummi Rinna (pimpinan Lita FM) bersama Ayi Vivananda ini memang kali pertama diselenggarakan, dan direncanakan akan hadir setiap bulan dengan narasumber tak hanya Ayi Vivananda, tapi pula pejabat public lainnya agar menjadi sarana penghubung/ jembatan komunikasi warga dengan pemimpinnya. Pada kali pertama “Bincang Malam” mendapat respons dari warga Kota Bandung pendengar Lita fM, bahkan dari luar Bandung. Mereka berinteraski dengan sang wakilwalikota dengan terlpon dan mengirimkan SMS.

Foto selengkapnya >>

Bincang Malam bersama Ayi Vivananda : Banjir Cileuncang, Kali Cikapundung Bersih & Mari Berkebun