Berita On-Air

Ardie : Dari Vocalis Band, Boyband akhirnya jadi Solois

ardieARDIE’ anak muda kelahiran bandung, 16 juli 1991, sudah cukup lama memendam keinginannya untuk terjun ke dunia industri musik Indonesia, memulai sebagai vokalis band pada awal tahun 2009 dengan jam terbang yang bisa dikatakan cukup tinggi, Ardie memutuskan untuk berhenti dan fokus untuk mengasah kemampuan untuk dalam olah vocal pada tahun 2009 pertengan mengikuti les vocal di sekolah music Purwacaraka dan dilanjutkan pada tahun 2010 les vocal di Adjie Esa Putra, pada tahun 2011 diajak untuk bergabung untuk membentuk Boy Band yang pada akhirnya Ardie memutuskan untuk keluar dari Boy Band tersebut, dan pada akhir tahun 2011 ini Ardie memantapkan hatinya untuk mengeluarkan single solonya,sebuah lagu recycle dari seorang diva Indonesia yaitu Agnes Monica yang pernah nge-hits berjudul “Bukan Milikmu Lagi”

pada awalnya cukup ragu untuk me-recycle lagu ini mengingat pernah dipopulerkan oleh seorang diva, setelah diyakinkan oleh Ari Bias sang composer dari lagu tersebut yang mengatakan “Konsep awal lagu ini sebetulnya dinyanyikan oleh lelaki, tapi karena kejelian Agnes mengenai potensi lagu tersebut maka Agnes memilih lagu tersebut, diluar semua itu mengingat pada konsep awal lagu ini adalah dibawakan oleh lelaki tidak akan ada kejanggalan jika dibawakan oleh Ardie”
kemudian dibantu oleh Paul T-Five, Donny Rolando di Rospect Studio, dibuatlah arransement baru dari lagu ini, dengan menawarkan perpaduan pop, Rap, dan beat music diberi sedikit sentuhan R n’B, jadilah lagu “Bukan Milikmu Lagi” memiliki warna baru dan dipadukan dengan karakter suara Ardie.

Dalam style memadukan konsep semi formal, sporty dan casual yang tentu saja akan memberikan trend baru dalam style untuk para lelaki, untuk penampilan dipanggung Ardie jeli melihat kosongnya konsep seorang solois cowo yang bernyanyi dengan beat-beat yang seperti ini dan di iringi dancer-dancer yang energik, dan Ardie percaya diri bahwa konsep tersebut lagi kosong di Industri Musik Indonesia.

Ardie memiliki konsep dia akan mengeluarkan lagu single by single setelah single kedua atau ketiga dia baru akan memproduksi Album untuk dipasarkan kepada pencinta musik Indonesia, Dengan harapan dapat membuat lagu “Bukan Milikmu lagi” kembali diterima oleh pencinta musik Indonesia.

(Press Release Victory Music Indonesia)

 

Walikota Cimahi Itoc Tohija Membuka Liga Pendidikan Indonesia

ligapendidikanindonesiaLiga Pendidikan Indonesia (LPI)  Piala Wali Kota, di buka secara resmi oleh Wali Kota Cimahi, Ir.Itoc Tohija MM, Jumat (27/1) di lapang Rajawali Jalan Gatot Soebroto. LPI yang pertama ini di ikuti 52 Tim Sepak Bola pelajar se Cimahi, terdiri dari 26 tim pelajar SMP/Mts, dan 26 Kesebelasan SMA/SMK ,yang akan berlaga mulai 27 Januari  hingga 26 Pebruari 2012.

Diminta komentarnya saat berbincang dengan Lita Fm, Itock mengatakan Liga pelajar pertama ini dalam kaitan persiapan kota Cimahi mengikuti LPI tingkat Jawa Barat. Event sekarang betul-betul sangat strategis, ada beberapa manfaat yang dapat dipetik. Pertama sebagai ajang menggairahkan olah raga sepak bola, terutama bagi anak-anak usia SMP/SMA dalam mempersiapkan sepak bola di masa datang.

Yang kedua untuk membangun jiwa pendidikan, jiwa sportifitas karena jiwa sportifitas ini untuk membangun karakternya. Liga pendidikan ini juga bukan hanya karena agenda PSSI tetapi lebih penting dalam spirit membangun ke unggulan dan karakter lewat sepak bola.

Disinggung potensi dan gairah olah raga si kulit bundar diwilayah pemerintahannya, menurut itock, dari sisi pembinaan di cimahi ini ada beberapa sekolah sepak bola (SSB). Kami dorong mereka untuk menciptakan SSB yang berkualitas, yang dapat melahirkan atlet bola dengan talenta-talenta bagus, walaupun kita belum punya tim sekelas Persib Bandung, ini menyangkut masalah finansial, tetapi menyiapkan bahan baku, kemudian di oleh secara baik, ketika sudah memiliki skill (keterampilan) dan kemampuan, mereka bisa di pakai oleh tim-tim besar tidak jadi masalah, ujar Itock kepada Dony Lita Fm.

Beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Barat. Ahmad heryawan Lc, menguji coba kendaraan produk asli anak bangsa asal kota Cimahi, berkeliling diseputar halaman gedung sate. Menurut Wali Kota yang murah senyum ini, Produk mobil cimahi yang di sebut pula dengan “PIN KOMODO” spesipikasinya untuk daerah hilir yang berbukit terjal. Tempo hari kendaraan tersebut mendapat penghargaan dari BPPT. Ditemukannya inovasi oleh warga cimahi dengan menciptakan Pin Komodo merupakan bukti dari kreatifitas dan kerja keras bernilai positip. Hanya sayang inovasi warga kami tersebut waktu itu lebih cepat mobil Esemka yang terekspos karena segmennya di Pin Komodo ini baru di perkebunan untuk daerah yang berbukit dan terjal, di disign sedemikian rupa untuk bisa menempuh tempat yang banyak faktor kesulitannya dengan spesipikasi  45 derajat masih stabil, ini adalah spesipik atau  khas. Mereka menemukan, menghitung stabilitas kendaraan tersebut penuh kalkulatif.

Itock menambahkan ada beberapa daerah luar pulau jawa meng order ke cimahi untuk beberapa unit Pin Komodo. Jadi tidaknya produk asli warga kota cimahi sebagai di label sebagai produk nasional, “Kita serahkan saja ke lembaga-lembaga yang kompeten yang bisa menentukan layak tidaknya Pin Komodo menjadi produk nasional,” pungkas teknokrat tersebut. (Dony Lita Fm)

 

Drama Radio "Pemimpin Super" (Suara Perempuan)

pemimpinsuperDidirikan tahun 1982, Search for Common Ground (SFCG) adalah lembaga nirlaba yang berupaya untuk mengubah cara pandang dunia terhadap konflik menuju arah penyelesaian masalah dengan cara bekerja sama. Di Indonesia, SFCG telah bekerja sejak 2002, dengan menjalin kerja sama kuat bersama pemerintahan, pemimpin komunitas, berbagai sekolah, universitas serta berbagai organisasi berbasis komunitas di Aceh, Bali, Jakarta, Kalimantan, Madura, Papua, Sulawesi, serta berupaya juga untuk memperluas kerja sama dan pengetahuan dengan semua pihak. SFCG bekerja dengan keyakinan “Memahami Perbedaan bergerak atas dasar Kesamaan”.

Indonesia sebagai Negara yang menganut azas demokrasi, sepatutnya mengakomodir semua kepentingan masyarakat dalam proses pembangunan, tidak terkecuali perempuan. Jumlah perempuan yang relative sama dengan laki-laki, sudah semestinya bagi pemangku kebijakan untuk menempatkan perempuan menjadi bagian yang penting untuk dilibatkan dan dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan. Mengingat hal tersebut, dan masih adanya setidak setaraan “Gender:, maka SFCG melakukan salah satu  program yang melibatkan media elektronik melalui penayangan drama Radio berjudul “Pemimpin Super”.

Hal ini dilakukan dengan  harapan  pendengar di akar rumput dapat mengubah sikap dan perilakunya terhadap keikutsertaan perempuan dalam politik dan mengangkat hak-hak perempuan dalam masyarakat. Program Transformasi Kepemimpinan Perempuan  ini juga bertujuan untuk mendukung kandidat perempuan sekarang serta mempersiapkan perempuan untuk periode yang akan datang agar memiliki kualitas kepemimpinan yang efektif.
Program Drama Radio  ini akan disiarkan oleh 30 stasiun Radio di 8 propinsi negara Indonesia (Seluruh Jawa, serta Bengkulu, Kendari dan NTB).  Salah satu  radio  yang di pilih SFCG adalah 90.9 Lita FM Bandung. Selain Drama Radio yang akan tayang setiap hari Senin sampai Jum’at pada pukul 11.00 WIB, SFCG juga mempersembahkan acara Talkshow yang akan membahas hal-hal yang berkenaan dengan hak-hak perempuan juga isu-isu “Gender” lainnya setiap hari Sabtu pukul 11.00 WIB. Anda bisa bergabung untuk bersuara melalui 022-6613687 ataupun via sms di 08552109075!

 

Bincang Malam bersama Ayi Vivananda : Banjir Cileuncang, Kali Cikapundung Bersih & Mari Berkebun

ayivivananda_onairAyi Vivananda (AV) Wakil WaliKota Bandung mengatakan, bicara soal kebersihan keindahan dan kenyamanan menghuni suatu kota, adalah bicara mengenai kesadaran masyarakatnya dan kebutuhan. Artinya bila selama ini ada anggapan bahwa, warga Kota Bandung ‘sakolah tapi teu nyakolah’, itu ada benarnya. Tapi tentu, tidak semuanya demikian. Tidak semua yang berpindidikan (apalagi tinggi), mencitrakan dirinya sebagai orang yang berpindidikan. Contohnya, sudah dimengerti membuang sampah sembarangan di jalan raya, sungai adalah perbuatan yang tidak pada tempatnya, namun tetap dilakukan. Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, menggampangkan. Ini lebih dari sekadar ‘tidak disengaja’, tepatnya malah cuek melakukannya. Kesadaran ternyata memang mahal harganya.

Dalam siaran rangkaian mata acara Indo Progresif di studio 90.9 LITA FM Bandung pada Rabu 07/12/11 segmen “Bincang Malam”, mengalir cair penjelasan Ayi Vivananda mengenai hal hal terkait kebersihan kota Bandung khususnya tentang Program Kali Cikapundung Bersih (PKCB). Awalnya, PKCB adalah salah satu program yang diluncurkan Pemerintah Kota Bandung sejak puluhan tahun lalu. Namun, seperti kebanyakan program pembangunan lainnya yang bersifat Top Down, bukan Buttom Up, selalu saja kurang direspons oleh warga masyarakat. Bahkan tak jarang malah berujung head to head, antara pemerintah dengan warga. Ayi mencontohkan, pemerintah memiliki program sungai bersih dengan melakukan pembersihan dan pengerukan agar tidak terjadi pendangkalan, warga malah membuang sampah rumah tangganya ke sungai.

Contoh lain menurut Ayi adalah, ketika pemkot membenahi saluran air atau drainase di kiri kanan jalan beraspal, warga terkadang malah menutup saluran air pembuangan itu dengan brangkal, atau menimbuninya dengan sampah. Telah dibuatkan ‘tali air’ (saluran kecil di trotoar untuk jalan air), itupun terkadang malah sudah tidak berfungsi karena tertutup oleh beragam sampah, bahkan ada pula yang malah dibeton oleh warga. Bagi Ayi, selain volume air hujan yang ekstrim yang tidak bisa dihindarkan, maka sebab sebab tadi menyumbangkan andil besar dalam mengakibatkan “Banjir Cileuncang”. Solusi yang AV tawarkan adalah melibatkan semua warga untuk menangani hal itu, dan tetap bermanfaat.

Endapan atau sedimen yang ada di selokan, berikut sampah organic yang ada, dikumpulkan dan ditempatkan dalam satu wadah (polybag), dan ditanami missal cabe, seledri dan tanaman lainnya. Walhasil, kini gagasan AV ini mendapat respons tinggi oleh warga kota. Dampaknya, bila program ini berhasil diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan meninggi, pula bisa panen dari berkebun meski hanya menmggunakan media tanam polybag. Itu pula yang menjadikan rumah dinas AV di jalan Nyland Bandung, setiap Sabtu pagi menjadi rame, dipenuhi warga Kota Bandung yang ingin mengikuti pelatihan berkebun menggunakan polybag. Bahkan menurut Ayi, tak segan segan ia sendiri yang turut menjadi instruktur pelatihan itu, saking tingginya melihat antusiasme warga.


Halnya Program Kali Cikapundung Bersih, bagi Ayi adalah sebuah cita cita yang terus harus diwujudkan setiap setiap generasi di Bandung utamanya. Bukan hanya sekadar semangat nostalgia kolektif warga Bandung, untuk kembali melihat Cikapundung bersih layaknya berpuluh puluh tahun lalu, tapi sebuah kebutuhan. Bersih tidaknya sebuah sungai, mencerminkan bagaimana peradaban dan kehidupan warga dan masyarakat yang berada disekelilingnya.

Maka bila Kampanye PKCB ini mendapat respons tinggi dari warga di bantaran sungainya, adalah sebuah keberhasilan bersama bukan hanya cita cita Ayi Vivananda semata. Untuk terus menggelorakan semangat PKCB, telah dilaksanakan dan dirancang terus menerus kegiatan pendukung diantaranya CiFest (Cikapundung Festival). Melalui CiFest, warga Bandung dapat memahami dan selanjutnya aksi langsung dengan program kebersihan di lingkungan masing masing. CiFest, dirancang sebagai sebuah perhelatan dengan setting hiburan rakyat dengan menampilkan beragam atraksi dan kegiatan seni budaya, olah raga tradisional. Disamping menggelorakan semangat Cikapundung bersih, kedepan kegaiatan ini bisa menjadi agenda wisata.

Bincang malam yang digagas Ummi Rinna (pimpinan Lita FM) bersama Ayi Vivananda ini memang kali pertama diselenggarakan, dan direncanakan akan hadir setiap bulan dengan narasumber tak hanya Ayi Vivananda, tapi pula pejabat public lainnya agar menjadi sarana penghubung/ jembatan komunikasi warga dengan pemimpinnya. Pada kali pertama “Bincang Malam” mendapat respons dari warga Kota Bandung pendengar Lita fM, bahkan dari luar Bandung. Mereka berinteraski dengan sang wakilwalikota dengan terlpon dan mengirimkan SMS.

Foto selengkapnya >>

 

Kunjungan Muhibah Keroncong Batu Pahat Johor ke Bandung

muhibahkeroncongSurat permohonan resmi dari MAJLIS PERBANDARAN BATU PAHAT di jalan Pejabat 83000 Batu Pahat Negeri Johor Darul Ta’zim tertanggal 11 November 2011 lalu, perihal Kunjungan Muhibah kepada Kharisma Keroncong 90.9 LITA FM Bandung, terjawab sudah dengan siltaurahmi hangat yang diselenggarakan Sabtu siang ini 03/11/11, di rumah dinas WaWalKot Bandung. Surat tadi bukanlah surat tunggal satu satunya yang dikirim kepada pimpinan Lita FM. Masih ada satu surat lainnya yang ditujukan kepada Yth : Bpk. Ayi Vivananda (WaWalKot Bandung) perihal kunjungan muhibah pula.

Dalam waktu singkat, Ayi Vivananda (AV) yang memiliki kepedulian kepada upaya upaya pelestarian dan pengembangan seni tradisional termasuk keroncong ini, merespons surat dimaksud dengan mengajak serta para krontjoners Bandung untuk menggelar penyambutan ala keroncong, karena memang dalam rangka kunjungan Muhibah Keroncong. Maka terjadilah, Kunjungan Muhibah Keroncong yang berlangsung hangat dan penuh keakraban dua bangsa rumpun melayu ini.

Sang tamu adalah En. Shafa’e Bin Ahmad Wakil Wali Kota Majlis Perbandaran Batu Pahat Johor Malaysia beserta staff (sekitar 15 orang) yang diterima langsung oleh AV beserta istri di rumah dinasnya jalan Nylan Bandung. Turut menyambut diantaranya Hj.Rinna Mayasari pimpinan Lita FM Bandung, para pegiat keroncong Bandung yang tergabung dalam The Oxygen, JJOK, KTN pula KaDisParBud Kota Bandung Priana Wirasaputra.

Silaturahmi berdurasi duajam setengah lebih itu, selain diisi dengan ramah tamah kedua belah pihak Wakil Walikota, juga disemarakkan dengan penampilan musik keroncong bersama JJOK dan The Oxygen, serta saling tukar cinderamata. Cinderamata berupa biola diberikan pula kepada Yayasan Pecinta Keroncong Tjroeng. Bahkan, En. Shafa’e Bin Ahmad Wakil Wali Kota Majlis Perbandaran Batu Pahat Johor Malaysia, menyempatkan menyumbang lagu berjudul Angin Malam karya A.Riyanto, diiringi The Oxygen.

Dalam sambutannya, AV menyambut baik kunjungan muhibah ini apalagi berlatar belakang seni budaya, yang jauh dari muatan politik. Dengan keroncong, segala keramahtamahan dan kebersahajaan dua bangsa serumpun, dapat bersatu. Sementara WaWalKot Batu Pahat dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Pihaknya tak hanya sekadar jalan jalan kosong tanpa hasil ke Bandung. Buktinya ia dan rombongan telah wisata ke Tangkuban Perahu, wisata belanja ke Pasar Baru, dan silaturahmi langsung dengan pengelola Lita FM Bandung yang selama ini menjadi media penyiaran aktif dalam pengembangan keroncong melalui Kharisma Keroncong. Bahkan, tidak dalam waktu yang lama, Orkes Keroncong yang ada di Batu Pahat, berkeinginan untuk bisa live perform dalam siaran di Lita FM.

Kunjungan Muhibah ini, terlaksana berawal dari upaya Edi Valentino, seorang krontjongers asal Sukoharjo Jawa Tengah, yang telah lebih dari 10 tahun mengajar musik keroncong di Johor Malaysia. Ia berupaya untuk mengenalkan perkembangan musik keroncong melalui orkes keroncong yang telah dibinanya dengan mengunjungi pusat pusat kegiatan keroncong di Indonesia, salahsatunya di Bandung. Komunikasi yang intensive yang telah dibangun selama ini dengan YPK Tjroeng dan Kharisma Keroncong 90.9 Lita FM Bandung, kedepan akan terus dilanjutkan dengan kunjungan lainnya, dalam Kunjungan Muhibah Keroncong dimasa datang.

Tak hanya tamu dari Johor Malaysia yang hadir, datang pula Mr.Azis Thalib pimpinan D’Temasek Orkes Keroncong Singapura. Azis yang hadir ditemani oleh rekannya yang bekerja di Bandung ini, malah mengundang Kharisma Keroncong untuk meliput kegiatan di Singapura pada awal tahun 2012 mendatang, tentu pertunjukan keroncong.

Foto-foto selengkapnya >>

 
Artikel yang lain...