Wayang Golek 10 Tahun Kota Cimahi : Asep Sunandar Sunarya "Hipnotis" Penonton

wayang hut10 cimahiHipnotis itu dilancarkan melalui pertunjukan Wayang Golek Sunda dengan lakon “Sanghyang Wira Yudha”. Pelakunya adalah Dalang Asep Sunandar Sunarya – Giri Hardja 3. Lokasi kejadiannya di Bandung Cimahi Junction – Cibeureum Kota Cimahi, pada Selasa 21 Juni 2011. Korban-nya adalah puluhan ribu warga Kota Cimahi dan sekitarnya, yang hadir khusus “menyerahkan dirinya” untuk dihipnotis sang dalang. Durasi hipnotis, sejak malam hingga dinihari, bahkan jelang shubuh pada Rabu-nya, 22 Juni 2011.

Paragraph kalimat diatas, mungkin berasa berlebih. Tapi tidak bagi kami, team siaran langsung 90.9 LITA FM Bandung untuk pentas Wayang Golek Asep Sunandar Sunarya HUT 10 Kota Cimahi. Sudah dapat diprediksikan sebelumnya, pasti penonton akan membludak dan tumpah ruah pada lokasi yang direncakan kelak sebagai Sub Terminal dan Pusat Perbelanjaan di Timur Kota Cimahi, perbatasan dengan Kota Bandung itu.

 

Apa yang disampaikan Itoc Tochija Walikota Cimahi jauh hari sebelumnya saat ‘taping’ spot promo di ruang kerjanya pada 10 Juni 2011 lalu, adalah sebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Itoc dalam statemen yang terekam menyebutkan bahwa, Hari Ulang Tahun Cimahi adalah bentuk syukur antara pihak pemerintahan yang ia pimpin dan warga Kota Cimahi yang ia cintai itu, untuk terus berbuat yang terbaik bagi pembangunan kotanya.

Sebagai ungkapan syukur, maka digelarlah beragam kegiatan lomba yang diselenggarakan tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota, pula di masing masing instansi/dinas di lingkungan pemerintahan Kota Cimahi. Semua lini potensi dilibatkan, tak hanya seremonial belaka. Perhelatan HUT itu dipuncaki dengan pertunjukan seni budaya lokal, sebagai bentuk menjunjung tinggi kearifan lokal, yang mampu mengglobal. Asep Sunandar Sunarya dengan Wayang Golek Girihardja 3, adalah yang memuncaki-nya. Untuk semua warga kota Cimahi, tak hanya untuk pejabat dan unsur pemerintahannya. Statemen Itoc itulah yang akhirnya diolah menjadi layaknya iklan atau spot promo audio, yang beberapa hari ini disiarkan melalui 90.9 LITA FM. Terbukti, banyak diantara pengunjung bahkan dari luar kota mengetahuinya melalui LITA FM dan datang untuk menyaksikan langsung sang Dalang “menghinotis” dirinya, meski disiarkan secara langsung.

Jam tujuh malam, ribuan pengunjung telah memadati BCJ. Bahkan keramaian yang di lokasi CiFest itu telah terjadi sejak dibuka pada Sabtu 19 Juni lalu. Selain pameran produk beragam potensi Cimahi melalui gerai tenda yang disiapkan, panitia juga menggelar puluhan kegiatan di panggung utama. Meski mayoritas penduduk Kota Cimahi adalah Sunda, satu fakta lain yang melekat erat dengan kota ini sejak jaman Hindia Belanda dulu adalah heterogennya pendatang, hingga kini. Mereka adalah beragama suku. Nyentrik memang, bila pada awal CiFest itu, dipentaskan pula seni Campursari oleh warga Cimahi yang memang urban dari Jawa. Pula seni dan kreasi lainnya, smeua tertuang dan dipentaskan selama beberapa hari.

Sebagai media penyiaran yang secara administrative dan geografis berada di wilayah Kota Bandung (berbatasan dengan Cimahi) secara tinjauan kesejarahan, LITA FM memang dulunya berada di wilayah Kota Cimahi, sebelum lokasi studio sekarang di jalan Budi itu kini masuk wilayah Kota Bandung. Pertalian sejarah itulah yang nampaknya hingga kini menjadi perikatan abadi antara radio yang telah hampir berusia 40 tahun dengan warga Kota Cimahi. Maka Bila LITA FM menyiarkan wayang golek dan dinamika hiruk pikuk 10 tahun Kota Cimahi, adalah sebuah budi bhakti masing masing pihak dalam mensejahterakan masyarakat, melalui informasi dan hiburan.

Pada siang sebelumnya, digelar pula Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Cimahi di kawasan Alun alun kota. Kedatangan Walikota beserta rombongan yang disambut dengan seni menyambut tamu itu pun dijejali masyarakat yang haus akan acara seni budaya lokal.

Lakon Sanghyang Wira Yudha, benar benar menghipnotis penonton. Bahkan hingga usai pentas wayang jelang pukul 03.45 WIB, enggan puluhan ribu penonton itu beranjak dari tempatnya lesehan menyaksikan wayang. Mulai dari pembukaan, hingga isi cerita berakhir, pada bagian demi bagian dialog serius yang pakem hingga bagian bodoran (humor) ala cepot, memang saying untuk ditinggalkan. Tentu penonton tak hanya berharap terhibur saja, pula ada hikmah dan pencerahan yang diperoleh dari lakon sang dalang.

Bagi anda yang tidak sempat menyaksikan langsung atau mendengar melalui radio, 90.9 LITA FM akan kembali menyiarkan ulang wayang golek ini pada Minggu 26 Juni 2011 mulai pukul 23.00 WIB. Streaming di http://www.radiolitafm.com/

Wayang Golek 10 Tahun Kota Cimahi : Asep Sunandar Sunarya