Kharisma Keroncong Lita FM & Seperangkat Alat Musik Keroncong

alatmusikkeroncongKharisma Keroncong 90.9 LITA FM Bandung, menerima seperangkat alat musik keroncong sumbangan dari Kuntoro Eddy, krontjongers asal Sukoharjo Jawa Tengah. Eddy, pria murah senyum ini adalah seorang juru latih musik keroncong di Negeri Johor Malaysia. Sejak kedatangannya di Johor pada tahun 1997 hingga kini, telah terbentuk 30 kumpulan keroncong (orkes/group keroncong).

Kumpulan itu terdiri dari orkes keroncong bentukan Pemerintah Kota/ Kabupaten di seluruh Negeri Johor, Perguruan Tinggi (universitas), pula Sekolah Menengah dan kumpulan yang didirkan oleh masyarakat umum. Bila menilik kebelakang, Sultan Johor yang keturunan suku bangsa Bugis (Indonesia) itulah, yang memberi perintah agar di negerinya tumbuh subur musik keroncong. Sultan pada masa mudanya adalah penggemar musik keroncong dari Indonesia, utamanya yang disiarkan Radio Bandung.

Menurut Eddy, sumbangan seperangkat alat musik keroncong lengkap ini, dilatar belakangi atas peran serta yang besar Kharisma Keroncong 90.9 LITA FM, dalam peletarian dan pengembangan keroncong, tak hanya di Bandung dan Indonesia, namun juga bagi Malaysia utamanya Johor. Bahkan mampu menjadi 'jembatan' bagi stakeholder dalam "perkeroncong-an".

Ia menuturkan, selain sebagai bentuk taliasih dalam bersilaturahmi, Kharisma Keroncong juga menjadi barometer bagi pegiat dan pemusik serta penggemar keroncong di Johor, karena dengan siarannya selama ini mampu ‘memberi warna baru’ bagi menggeliatnya berkeroncong di Malaysia. Bahkan menurut Eddy, kini setiap Jumat malam pegiat keroncong di Johor semakin banyak yang mendengarkan LITA FM melalui streaming.

Sumbangan atas nama pribadi Eddy ini, pula dimaksudkan agar bila group keroncong akan siaran “live perform” di studi LITA FM, tak perlu lagi membawa alat masing masing, agar lebih praktis. Eddy juga menjadwalkan, 2012 ini aka nada beberapa kumpulan keroncong dari Johor yang akan melakukan “siaran hidup” di LITA FM Bandung. Disisi lain, dimaksudkan pula oleh Eddy, para peminat keroncong di Bandung, kelak bisa pula memanfaatkan alat ini untuk belajar dan berlatih keroncong.

Kedatangan Eddy ke Bandung, tak hanya sekadar menyerahkan alat musik. Ia juga bersilaturahmi dengan beberapa pegiat di markas Jempol Jenthik Orkes Keroncong dan Kantor Perwakilan Yayasan Pecinta Keroncong (YPK) Tjroeng di Antakarya Bandung. Bahkan, ia sempat memainkan biola dengan mengiringi para pegiat yang berlatih bersama pimpinan JJOK Adi Bangun Wiratmo.
‎2012 : TETAP BERKERONCONG SUMBANGAN SEPERANGKAT ALAT UNTUK KHARISMA KERONCONG Kharisma Keroncong 90.9 LITA FM Bandung, menerima seperangkat alat musik keroncong sumbangan dari Kuntoro Eddy, krontjongers asal Sukoharjo Jawa Tengah. Eddy, pria murah senyum ini adalah seorang juru latih musik keroncong di Negeri Johor Malaysia. Sejak kedatangannya di Johor pada tahun 1997 hingga kini, telah terbentuk 30 kumpulan keroncong (orkes/group keroncong). Kumpulan itu terdiri dari orkes keroncong bentukan Pemerintah Kota/ Kabupaten di seluruh Negeri Johor, Perguruan Tinggi (universitas), pula Sekolah Menengah dan kumpulan yang didirkan oleh masyarakat umum. Bila menilik kebelakang, Sultan Johor yang keturunan suku bangsa Bugis (Indonesia) itulah, yang memberi perintah agar di negerinya tumbuh subur musik keroncong. Sultan pada masa mudanya adalah penggemar musik keroncong dari Indonesia, utamanya yang disiarkan Radio Bandung. Menurut Eddy, sumbangan seperangkat alat musik keroncong lengkap ini, dilatar belakangi atas peran serta yang besar Kharisma Keroncong 90.9 LITA FM, dalam peletarian dan pengembangan keroncong, tak hanya di Bandung dan Indonesia, namun juga bagi Malaysia utamanya Johor. Bahkan mampu menjadi 'jembatan' bagi stakeholder dalam "perkeroncong-an". Ia menuturkan, selain sebagai bentuk taliasih dalam bersilaturahmi, Kharisma Keroncong juga menjadi barometer bagi pegiat dan pemusik serta penggemar keroncong di Johor, karena dengan siarannya selama ini mampu ‘memberi warna baru’ bagi menggeliatnya berkeroncong di Malaysia. Bahkan menurut Eddy, kini setiap Jumat malam pegiat keroncong di Johor semakin banyak yang mendengarkan LITA FM melalui streaming. Sumbangan atas nama pribadi Eddy ini, pula dimaksudkan agar bila group keroncong akan siaran “live perform” di studi LITA FM, tak perlu lagi membawa alat masing masing, agar lebih praktis. Eddy juga menjadwalkan, 2012 ini aka nada beberapa kumpulan keroncong dari Johor yang akan melakukan “siaran hidup” di LITA FM Bandung. Disisi lain, dimaksudkan pula oleh Eddy, para peminat keroncong di Bandung, kelak bisa pula memanfaatkan alat ini untuk belajar dan berlatih keroncong. Kedatangan Eddy ke Bandung, tak hanya sekadar menyerahkan alat musik. Ia juga bersilaturahmi dengan beberapa pegiat di markas Jempol Jenthik Orkes Keroncong dan Kantor Perwakilan Yayasan Pecinta Keroncong (YPK) Tjroeng di Antakarya Bandung. Bahkan, ia sempat memainkan biola dengan mengiringi para pegiat yang berlatih bersama pimpinan JJOK Adi Bangun Wiratmo.
Kharisma Keroncong Lita FM & Seperangkat Alat Musik Keroncong