KABAR LITA

Pola Hidup Tidak Sehat,Timbulkan Hepatitis A

hepPenyakit Hepatitis A bisa di hindari  dengan men-tradisikin prilaku hidup sehat. Pola hidup tidak sehat alias jorok inilah yang menyebabkan timbulnya hepatitis A. Misal dalam memilih makanan harus selektip dan hati-hati, jangan asal makan supaya perut kenyang.

Lebih dari itu, tanyakan kepada si penjualnya apakah dalam membuat makanan dagangannya tidak asal masak. Apakah menggunakan sarung tangan waktu membuatnya dan menggunakan  alat-alat yang bersih dan higienis. “Jangan asal jajan saja,” kata dr.Alma Lusiana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, beberapa waktu lalu kepada Lita Fm.

Menurut Alma, Dinas kesehatan hanya bisa menghimbau, masing-masing insan harus menjadi polisi buat dirinya sendiri, agar terhindar dari virus hepatitis A.” Tidak mungkin 43 juta jiwa harus di pelototin satu persatu,” katanya. Biasakanlah disiplin terutama dalam mengkonsumsi makanan.

Para pedagang juga di himbau untuk tidak melakukan kecurangan dalam mengolah barang jualannya, apalagi mencampur bahan yang membahayakan kesehatan manuisia.

Sebagai orang tua sudah semestinya mengawasi dan mengingatkan anak-anaknya agar tidak jajan sembarangan,lebih baik anak dibekali makanan dari rumah untuk mengurangi minat jajannya di sekolah.

Perilaku hidup sehat semestinya di tanamkan pada anak-anak kita sejak dini. Siapa lagi yang bisa memproteksi kita secara benar dan kontinyu kalau bukan kita sendiri.

 

Ardie : Dari Vocalis Band, Boyband akhirnya jadi Solois

ardieARDIE’ anak muda kelahiran bandung, 16 juli 1991, sudah cukup lama memendam keinginannya untuk terjun ke dunia industri musik Indonesia, memulai sebagai vokalis band pada awal tahun 2009 dengan jam terbang yang bisa dikatakan cukup tinggi, Ardie memutuskan untuk berhenti dan fokus untuk mengasah kemampuan untuk dalam olah vocal pada tahun 2009 pertengan mengikuti les vocal di sekolah music Purwacaraka dan dilanjutkan pada tahun 2010 les vocal di Adjie Esa Putra, pada tahun 2011 diajak untuk bergabung untuk membentuk Boy Band yang pada akhirnya Ardie memutuskan untuk keluar dari Boy Band tersebut, dan pada akhir tahun 2011 ini Ardie memantapkan hatinya untuk mengeluarkan single solonya,sebuah lagu recycle dari seorang diva Indonesia yaitu Agnes Monica yang pernah nge-hits berjudul “Bukan Milikmu Lagi”

pada awalnya cukup ragu untuk me-recycle lagu ini mengingat pernah dipopulerkan oleh seorang diva, setelah diyakinkan oleh Ari Bias sang composer dari lagu tersebut yang mengatakan “Konsep awal lagu ini sebetulnya dinyanyikan oleh lelaki, tapi karena kejelian Agnes mengenai potensi lagu tersebut maka Agnes memilih lagu tersebut, diluar semua itu mengingat pada konsep awal lagu ini adalah dibawakan oleh lelaki tidak akan ada kejanggalan jika dibawakan oleh Ardie”
kemudian dibantu oleh Paul T-Five, Donny Rolando di Rospect Studio, dibuatlah arransement baru dari lagu ini, dengan menawarkan perpaduan pop, Rap, dan beat music diberi sedikit sentuhan R n’B, jadilah lagu “Bukan Milikmu Lagi” memiliki warna baru dan dipadukan dengan karakter suara Ardie.

Dalam style memadukan konsep semi formal, sporty dan casual yang tentu saja akan memberikan trend baru dalam style untuk para lelaki, untuk penampilan dipanggung Ardie jeli melihat kosongnya konsep seorang solois cowo yang bernyanyi dengan beat-beat yang seperti ini dan di iringi dancer-dancer yang energik, dan Ardie percaya diri bahwa konsep tersebut lagi kosong di Industri Musik Indonesia.

Ardie memiliki konsep dia akan mengeluarkan lagu single by single setelah single kedua atau ketiga dia baru akan memproduksi Album untuk dipasarkan kepada pencinta musik Indonesia, Dengan harapan dapat membuat lagu “Bukan Milikmu lagi” kembali diterima oleh pencinta musik Indonesia.

(Press Release Victory Music Indonesia)

 

Kita Membaca Dengan Hati

narkobaJika anda datang dari arah jalan Soekarno Hatta, memasuki pintu masuk terminal bus Leuwi Panjang, persis di depan loket penjualan tiket transportasi. Terpampang sebuah A Board ukuran sedang,sekira 80cmx125cm,bertuliskan,”ANAK BANGSA TERANCAM MATI SIA-SIA KARENA NARKOBA.” Kalimat dalam tulisan a board yang di persembahkan oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung tersebut sebenarnya sering kita baca dan sering kita dengar dari media elektronik. Bahkan secara khusus kalimat tersebut sering di dengungkan dalam kampanye perang terhadap Narkoba.

Kalau mata hati yang membaca kalimat peringatan dari Biro Bina Mitra polda Jabar ini,Miris rasanya kita.! Betapa tidak, realitanya dari tahun ke tahun korban narkoba terus meningkat,nyawa lelayang sia-sia, materi triliyunan rupiah ludes tak karuan, belum lagi dampak psikologi bagi keluarga korban. Narkoba juga penular produktif HIV/AIDS melalui jarum suntik prevalensinya lebih tinggi ketimbang via free seks.

Akhir-akhir ini muncul fenomena “Isap Aibon” kebanyakan dilukukan anak-anak jalanan (anjal) supaya bisa fly, katanya. Aibon adalah lem terbuat dari campuran bahan mirip karet muda, trepentin dan campuran zat lainnya, kebanyakan digunakan oleh tukang sol sepatu, untuk menepelkan anatara kulit atau bahan imitasi lain dengan yang sejenisnya, sering juga dipakai tukang servis kursi dan tambal ban.

Aibon ini gampang di dapatkan karena bisa dibeli di toko besi harganya relative murah. Setelah di buka wadahnya berupa kaleng ukuran kecil, akan tampak gumpalan alot berwarna kuning ke emasan dan mengeluarkan aroma bau yang menyengat. Bau menyengat itulah yang di isap hidung dalam-dalam oleh si pemakainya,  dilakukannya berulang-ulang isapan hingga aroma baunya berkurang dan yang menghisapnya merasa terhipnotis (puyeng/lieur ) oleh lem tersebut.

“ Gila tuh anak, aibon di hisap!”, kata se orang teman saat menyaksikan fenomena “ Isap Aibon” di salah satu sudut kota Bandung. Secara logika jika lem di hisap hidung dalam-dalam, akan mempengaruhi kerja otak lebih jelasnya berdampak negatip pada kesehatan tubuh manusia.

Bangsa ini membutuhkan generasi penerus yang sehat, kuat dan siap bersaing dalam percaturan dunia global, jika tidak mau ketinggalan kereta dari bangsa lain, beberapa negara begitu spektakuler perkembangan ilmu teknologi, industri, ekonomi, pendidikan, kesehatan  dan berbagai aspek lainnya yang begitu melesat pesat.

Lalu apa yang harus di lakukan untuk memeranginya, supaya bisa lepas dari jerat-jerat setan narkoba ini. Mungkin tulisan-tulisan yang sering anda temukan baik melaui baligo, a board, pamplet, buku bacaan, tayangan televise, atau selebaran kampanye perang terhadap narkoba.

Bukan hanya sekedar di baca dan di dengar kemudian dalam waktu sekejap hilang maknanya, tetapi bagaimana membaca dengan hati, dan mengimplementasikannya kedalam lingkungan keluarga, tempat tinggal atau komunitas lingkungan kita, dengan cara menyampaikan pemahaman  dampak buruknya, dan secara langsung memproteksi (melindungi) keluarga dari bahaya narkoba tersebut.

Barangkalai akan lebih mengena jika kita menggali  pengetahuan tentang bahanya narkoba lebih dalam lagi dan contoh-contoh korbannya. Perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat pemerintah semata, tetapi juga tugas kita, selaku elemen bangsa.

Kalimat yang terpampang di aboard itu seharusnya ditempatkan di lokasi yang sangat  strategis posisinya agar mudah di baca, dan lebih banyak di pasang di tempat-tempat yang memiliki tingkat keramaian di atas rata-rata. Sebenarnya masih kurang bertebaran reklame anti narkob. Untuk menunjang keberhasilan perang terhadap narkoba, seharusnya memang lebih gencar lagi di pasang di semua sudut strategis. Barangkali terkait kost produksi. Benar untuk mewujudkan sesuatu perlu biaya. Tapi itu bukan hal atau kendala, ada kepentingan bangsa dan negara jauh lebih penting segera di wujudkan yakni membebaskan masyarakat dari bahaya narkoba, guna menyongsong masa depan lebih baik.

Tampilkan dengan berbagai macam gambar menarik dan kalimat pesan pengingat yang lebih prsetisius menyedot perhatian dan menggugah hati pembacanya. Supaya tumbuh rasa penasaran, kemudian membacanya berulang ulang hingga kemudian membacanya dengan mata hati.  Berawal dari mata turun ke hati.

Perang terhadap narkoba yang kerap  digelorakan melalui simbol-simbol peringatan, yuu kita dukung sepenuhnya, kita sikapi dengan tindakan nyata dengan langkah awal memproteksi keluarga dari ancaman narkoba.  Karena ini bentuk upaya dari arena perang total terhadap narkoba dan sejenisnya.

 

Walikota Cimahi Itoc Tohija Membuka Liga Pendidikan Indonesia

ligapendidikanindonesiaLiga Pendidikan Indonesia (LPI)  Piala Wali Kota, di buka secara resmi oleh Wali Kota Cimahi, Ir.Itoc Tohija MM, Jumat (27/1) di lapang Rajawali Jalan Gatot Soebroto. LPI yang pertama ini di ikuti 52 Tim Sepak Bola pelajar se Cimahi, terdiri dari 26 tim pelajar SMP/Mts, dan 26 Kesebelasan SMA/SMK ,yang akan berlaga mulai 27 Januari  hingga 26 Pebruari 2012.

Diminta komentarnya saat berbincang dengan Lita Fm, Itock mengatakan Liga pelajar pertama ini dalam kaitan persiapan kota Cimahi mengikuti LPI tingkat Jawa Barat. Event sekarang betul-betul sangat strategis, ada beberapa manfaat yang dapat dipetik. Pertama sebagai ajang menggairahkan olah raga sepak bola, terutama bagi anak-anak usia SMP/SMA dalam mempersiapkan sepak bola di masa datang.

Yang kedua untuk membangun jiwa pendidikan, jiwa sportifitas karena jiwa sportifitas ini untuk membangun karakternya. Liga pendidikan ini juga bukan hanya karena agenda PSSI tetapi lebih penting dalam spirit membangun ke unggulan dan karakter lewat sepak bola.

Disinggung potensi dan gairah olah raga si kulit bundar diwilayah pemerintahannya, menurut itock, dari sisi pembinaan di cimahi ini ada beberapa sekolah sepak bola (SSB). Kami dorong mereka untuk menciptakan SSB yang berkualitas, yang dapat melahirkan atlet bola dengan talenta-talenta bagus, walaupun kita belum punya tim sekelas Persib Bandung, ini menyangkut masalah finansial, tetapi menyiapkan bahan baku, kemudian di oleh secara baik, ketika sudah memiliki skill (keterampilan) dan kemampuan, mereka bisa di pakai oleh tim-tim besar tidak jadi masalah, ujar Itock kepada Dony Lita Fm.

Beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Barat. Ahmad heryawan Lc, menguji coba kendaraan produk asli anak bangsa asal kota Cimahi, berkeliling diseputar halaman gedung sate. Menurut Wali Kota yang murah senyum ini, Produk mobil cimahi yang di sebut pula dengan “PIN KOMODO” spesipikasinya untuk daerah hilir yang berbukit terjal. Tempo hari kendaraan tersebut mendapat penghargaan dari BPPT. Ditemukannya inovasi oleh warga cimahi dengan menciptakan Pin Komodo merupakan bukti dari kreatifitas dan kerja keras bernilai positip. Hanya sayang inovasi warga kami tersebut waktu itu lebih cepat mobil Esemka yang terekspos karena segmennya di Pin Komodo ini baru di perkebunan untuk daerah yang berbukit dan terjal, di disign sedemikian rupa untuk bisa menempuh tempat yang banyak faktor kesulitannya dengan spesipikasi  45 derajat masih stabil, ini adalah spesipik atau  khas. Mereka menemukan, menghitung stabilitas kendaraan tersebut penuh kalkulatif.

Itock menambahkan ada beberapa daerah luar pulau jawa meng order ke cimahi untuk beberapa unit Pin Komodo. Jadi tidaknya produk asli warga kota cimahi sebagai di label sebagai produk nasional, “Kita serahkan saja ke lembaga-lembaga yang kompeten yang bisa menentukan layak tidaknya Pin Komodo menjadi produk nasional,” pungkas teknokrat tersebut. (Dony Lita Fm)

 

Rambutan Si Madu

rambutanIndonesia selain dikenal sebagai negara maritim (sebagian besar wilayahnya berupa lautan), dikenal juga sebagai negara agraris (pertanian), karena memiliki tingkat kesuburan tanah air yang mendekati sempurna, ditunjang dengan iklim tropis yang hanya mengenal dua musim yakni kemarau dan musim penghujan. Karena kesuburan tanah dan pesona alamnya yang luar biasa,  membuat wilayah nusantara jaman dulu jadi rebutan (primadona) para kolonial untuk mendudukinya.

Group musik legendaris Koes Plus dalam penggalan syair lagunya menggambarkan kesuburan tanah dan lautan,” Bukan lautan hanya kolam susu/ Kail dan jala cukup menghidupimu/ Tiada badai tiada topan kau temui/ Ikan dan udang menghampiri dirimu/ Orang bilang tanah kita tanah syurga/ tongkat kayu dan batu jadi tanaman”//.

Apapun yang ditanam di negeri khatulistiwa ini, tumbuh subur hingga menghasilkan buah atau umbi-umbian. Apalagi kalau cara menanamnya dengan teknik pertanian yang cocok diterapkan di negara kita.  Banyak masyarakat berhasil dan terangkat tarap kehidupannya dari bertani hingga sebagian dari mereka termasuk katagori juragan atau (sudagar kaya) semua dari mata pencaharian bertani.

Pedagang Rambutan.

Musim durian belum habis, di sambut musim mangga dan kini datang musim rambutan. Ini bukti dari kesuburan tahan air kita. Selesai musim rambutan biasanya musim dukuh menyusul kemudian. Belum lagi buah-buah lain yang tak mengenal musim. Subhannalloh betapa sayang nya sang pencipta Allah SWT terhadap bangsa ini.

Ada beberapa jenis rambutan yang sering di buru orang,sepertia rambutan Rafi’ah, Si Ida, Si Madu hingga si Mana lagi. Rambutan jenis ini selain mudah di kupas isinya padat tidak ber air dan manisnya di atas rambutan rata-rata.

Orang bilang mangga dan rambutan lebih aman pada tubuh di bandingkan durian, terlebih jika durian di konsumsi oleh mereka yang mengidap diabetes, kolestrol atau asam urat, alamat kambuh jika makan buah berduri yang memiliki aroma harum  menyengat hidung ini. Dari sisi hargapun mangga dan rambutan relative lebih rendah, untuk satu kilo gram saja cukup mengambil kocek tiga ribu saja. “ Pangaos sakitu lantaran nuju musim pak, pami langka mah tiasa dua kali lipet,” ujar Vera (28) pedagang buah rambutan di bawah flyover Cimindi, saat di jumpai Dony Lita Fm, Senin (2/01).

Di berbagai sudut kota Cimahi dan Bandung terutama di area seputar pasar,kita akan menemui pedagang buah rambutan, pandangan mata di manjakan oleh dominasi warna merah plus kuning tua, dagangannya ada yang di jajakan memakai gerobak roda dua, di atas meja bahkan tak sedikit di jajakan di bak mobil pic up, yang terakhir ini bisa berpindah-pindah lokasi tergantung situasinya.

“ Saya juga dari Cililin, jualan di sini sareng caroge atos opat tahun jalan, milih tempat didieu kumargi  lumayan rame.” Kata Vera. “ Tapi pak ulah lepat, upami nuju ceuyah (hasil panen melimpah) justru untungna teh sekedik, benten sareng  rambutana nuju hese lumayan untungna, ieu rambutan ti Subang si Lebak Bulus tea” Jelas ibu tiga anak ini.

Memang yang namanya usaha itu pluktuatif, kadang untung kadang hanya kembali modal, apalagi jualan di tempat umum, harus berhadapan dengan konsekwuensi lain semisal pungutan harian yang harus di bayar. “ Abdi oge sadinten 10 ribu pak, bayar ke tibum (ketertiban umum),Satpol PP kitu teras PAC, pengurus GMPC, teras mayar parkir, kirang langkung 10 rb, teu aca anu mingguan sareng bulanan, anu bulanan 50 rb, da upami di rata-ratakeun mah paling kekengengan dagang sa dinten  mung 100 rb, di cekap-cekapkeun we kanggo ngurus murangkalih tilu urang mah,” Cetus Vera dengan polosnya.

Tapi bagi Vera dan sang suami Hernis (42) jualan di tempat umum dijalaninya dengan sabar terbukti sudah empat tahun mereka jualan disini,” ya pak apalagi atuh kalau bukan jualan mah, kasian anak-anak perlu biaya sekolah dan makannya,sekarang saya tidak pulang pergi ke cililin, sebab ngontrak di sisini,” jelas vera, seraya berharap tetap bisa berjualan di cimindi dan mudah-mudahan tetap aman tempatnya, tidak di usir ke tempat lain. “Sesah upami kedah ngawaitan ti enol deu mah pak “ harapnya.

Dari cerita singkat Vera si pedagang rambutan ini, bahwa hidup akan terasa manis seperti rasa rambutan asal subang bernama si lebak bulus, yang penting kita bisa mensyukuri hasil jerih payah usaha itu sendiri dan tetap menjalaninya dengan penuh tanggung jawab, demi keluarga dan orang-orang yang ada di belakang pundak kita. (Dony Prasetya)

 
Artikel yang lain...